LADANG SUDAH MENGUNING

Save the lost at any cost

MISI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Posted by petrusfs pada Oktober 18, 2007

Anak miskin

1. Apakah “Community Development” itu?

Yang dimaksud dengan “Community Development” adalah “proses pembangunan di mana masyarakat berinisiatif untuk memulai proses kegiatan social untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri (Christenson and Robinson, 1989, p.32).
Apakah tujuan “pembangunan” itu sendiri? Seorang ahli ekonomi pembangunan bernama Michael P. Todaro dalam bukunya Economic Development menyatakan adanya 3 (tiga) tujuan pembangunan, yaitu:

  1. Peningkatan standard hidup (levels of living) setiap orang, baik pendapatannya, tingkat konsumsi sandang, pangan, papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dll..
  2. Penciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri (self-esteem) setiap orang.
  3. Peningkatan kebebasan (freedom) setiap orang.

Lalu, bagaimana cara mencapai tujuan pembangunan tersebut? Dadang Solihin dalam presentasinya http://www.slideshare.net/DadangSolihin/community- development/ menyatakan bahwa tujuan tersebut bisa dicapai dengan berbagai tindakan berikut:

  1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan antar daerah dan antar sub daerah serta antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan).
  2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
  3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja.
  4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.
  5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan).

Dalam pelbagai tindakan tersebut di atas, setiap warga masyarakat memiliki hak untuk dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan pada setiap tahap pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pelestarian. Dengan Demikian warga masyarakat bukanlah sekedar penerima manfaat (beneficiaries) atau obyek belaka, melainkan sebagai agen pembangunan (subyek).
Dalam memberdayakan masyarakat dapat ditempuh dengan 3 (tiga) cara, yaitu:

  1. Enabling – menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang.
  2. Empowering – memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh masyarakat.
  3. Protecting – mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang, serta eksploitasi yang kuat atas yang lemah.

2. Millenium Development Goals (MDGs)

Pada tahun 2000 yang lalu sebagian besar pemimpin negara bertemu untuk menetapkan Deklarasi Milenium. Sebagai implementasi dari Deklarasi Millennium ini maka dikeluarkannya Tujuan Pembangunan Millenium atau Millennium Development Goals (MDGs) oleh Sekretariat Jenderal PBB pada tahun 2001. MDGs ini terdiri dari 8 tujuan dengan 18 target dan 48 indikator. Kedelapan tujuan tersebut adalah:

  1. Menghapuskan Kemiskinan dan Kelaparan,
  2. Mewujudkan Pendidikan Dasar yang berlaku secara universal,
  3. Mendorong kesetaraan gender dan memberdayakan kaum perempuan,
  4. Menurunkan angka kematian anak,
  5. Meningkatkan Kesehatan Ibu,
  6. Memerangi penyebaran HIV/AIDS, Malarian dan Penyakit menular lainnya,
  7. Menjamin Pelestarian Lingkungan dan
  8. Membangun sebuah kemitraan global untuk pembangunan.

3. Misi dan Pemberdayaan Masyarakat

Jika kita melihat Alkitab secara keseluruhan, maka sebenarnya Allah yang kit akenal di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, adalah Allah yang menaruh kepedulian terhadap umat-Nya. Kepedulian itu bukan hanya berkaitan dengan pembebasan dari belenggu dosa, melainkan juga keterlepasan dari belenggu kemiskinan, dan Ia pun memberikan potensi kepada umat-Nya untuk dikembangkan.
Dari sekian banyak bagian Alkitab yang mengajarkan tentang kepedulian terhadap masyarakat, kita ambil dari Yeremia 29:4-7. Dalam perikop tersebut ada beberapa hal yang dapat dikerjakan oleh setiap orang percaya sebagai misi bagi masyarakat di sekitarnya:

  1. “Mendirikan rumah untuk didiami” (ayat 5) – ini berbicara tentang penyediaan papan atau tempat tinggal. Masih banyak kaum papa yang tinggal di kolong jembatan layang, di pinggiran rel kereta, di bantaran sungai. Perlu dibangun perumahan yang bisa menampung para homeless, agar mereka mempunyai tempat yang layak. Beberapa lembaga pelayanan kristiani telah membuat “rumah singgah” bagi para gelandangan, dan ini perlu terus ditingkatkan.
  2. “Membuat kebun untuk dinikmati hasilnya” (ayat 5) – ini berbicara tentang pekerjaan atau mata pencaharian. Ada petani yang menggarap lahan pertaniannya, tetapi tidak menikmati hasilnya. Yang ditanam benih padi, yang dinikmati janya “tiwul” yang dibuat dari gaplek. Harus ada pemerataan dan keadilan. Perlu diciptakan mekanisme pasar yang baik, agar para petani dan nelayan dapat menikmati hasilnya. Ini juga berbicara tentang perlunya program padat karya, guna mengatasi jumlah pengangguran yang semakin membengkak.
  3. “Berkeluarga agar bertambah banyak dan jangan berkurang” (ayat 6) – ini berbicara tentang kepedulian kita terhadap keberadaan keluarga di masyarakat kita. Semakin banyak kasus perceraian terjadi yang berdampak buruk kepada anak-anak. Dalam kekecewaannya anak-anak akhirnya lari kepada minuman keras dan obat terlarang. Perlu ada pembinaan keluarga sejak dini kepada anak-anak guna mengatasi praktek free sex yang bisa mengakibatkan penularan HIV/AIDS.
  4. “Mengusahakan kesejahteraan” (ayat 7 – peace and prosperity) – Kesejahteraan masyarakat bersangkut-paut dengan rasa aman dan damai serta kemakmuran ekonomi. Itu berarti bahwa gereja harus proaktif dalam membina kerukunan umat beragama, menciptakan situasi dan kondisi yang aman dan tentram, serta mampu menolong masyarakat meningkatkan taraf kehidupan mereka.
  5. “Berdoalah!” (ayat 7) – Solusi atas segala permasalahan yang timbul dalam masyarakat tidak bisa lepas dari kekuasaan dan campur tangan Tuhan. Itulah sebabnya para pendoa syafaat, bahkan setiap orang percaya, memiliki pokok-pokok doa bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk kepentingan kota dan masyarakat sekitar. Kita harus tetap yakin bahwa ada kuasa dalam doa! Ada perubahan yang akan terjadi, dan kita bisa menggunakan prinsip PUSHPray Until Something Happen! Berdoalah hingga sesuatu terjadi, ada pemulihan, ada transformasi, ada pembaharuan!

Selamat bermisi!

—– 00000 —–

Pdt. Drs. Petrus F. Setiadarma, MDiv. dari pelbagai sumber.

Satu Tanggapan to “MISI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT”

  1. Cinta said

    Gud article…!
    Peran gereja dalam Community Development saat ini lebih diperlukan dari waktu2 sebelumnya. Sudahkah kita melakukannya?
    Jangan sampai kalah dengan agama2 lain yang banyak melakukan ini.
    “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan PEKERJAAN BAIK, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Ep 2:10)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: