LADANG SUDAH MENGUNING

Save the lost at any cost

MISI DAN KESEHATAN

Posted by petrusfs pada Oktober 11, 2007

Kesehatan

1.  Alkitab dan Kesehatan

Apakah misi Tuhan kita Yesus Kristus datang ke dalam dunia ini? Ia berkata bahwa Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang sesat (Lukas 19:10). Kata “menyelamatkan” berarti “melepaskan, membebaskan.” Gambaran yang sangat jelas adalah karya Allah dalam membebaskan umat-Nya, yaitu bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Dalam karya-Nya itu Allah berfirman bahwa di dalam “keselamatan” ada “berkat jasmani” dan “kesehatan”. Demikian firman Tuhan, “Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu (Keluaran 23:25).

Ketika Tuhan kita Yesus Kristus datang dan melayani di dunia ini, Ia memang datang untuk menebus umat-Nya dari dosa mereka. Ia menghadirkan Kerajaan Allah dengan menyembuhkan banyak orang sakit: orang buta, orang lumpuh, orang bisu, orang tuli, penderita penyakit kusta, wanita yang mengalami pendarahan, dan sebagainya. Itu berarti bahwa karya pemulihan yang dikerjakan-Nya atas diri manusia bersifat utuh: tubuh, jiwa, dan roh. Dengan tegas Ia berkata bahwa pemberitaan Kabar Baik juga dibarengi dengan pelayanan kesehatan, “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Lukas 4:18-19).

Gereja sebagai persekutuan orang percaya juga mendapat mandat untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah yang dibarengi dengan pelayanan kesembuhan atau kesehatan. Pelayanan kesehatan yang bersifat non-verbal dimaksudkan bukan untuk menggantikan pemberitaan verbal, melainkan untuk melengkapinya! Dan kepada para murid-Nya – yaitu kepada kita, orang-orang percaya – Tuhan Yesus telah memberikan tenaga (power) dan kuasa (authority) untuk melakukan tugas mulia itu (Lukas 9:1-2; Markus 16:15-18).

2.  Kesehatan di Indonesia

Sebagai Negara berkembang, Indonesia terus berkutat dengan masalah kesehatan, yang menyangkut kebersihan lingkungan, penyelamatan ibu dan anak saat melahirkan, perbaikan gizi masyakarat, dan sebagainya. Pemerintah sebenarnya telah banyak mencanangkan program-program berwawasan kesehatan, tetapi masih dengan paradigma lama, yaitu program yang bersifat kuratif. Program kuratif hanya mengupayakan kesembuhan bagi mereka yang telah menderita sakit. Prof. Does Sampurno dari Fakultas Kesehatan Msyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) mengatakan, ”Kalau kita hanya berkutat pada paradigma kuratif, penyakit-penyakit menular dan berbahaya yang banyak berkembang saat ini tidak akan bisa kita cegah. Kita harus melompat dari paradigma lama ke pola pikir yang baru. Yaitu bagaimana melakukan upaya promosi, preventif, dan protektif serta pembangunan generasi yang berkualitas,” (Republika, 21 Pebruari 2006).

Kini program pemerintah berkaitan dengan kesehatan adalah “Indonesia Sehat 2010”. Ada 50 indikator sehat yang telah ditetapkan Depkes RI, yang bisa dilihat di situs Internet: http://www.depkes.go.id. Untuk mencapai itu semua di situs tersebut dinyatakan bahwa Pemerintah telah menetapkan 6 (enam) Program Kesehatan, yaitu:

(1)  Program Lingkungan Sehat, Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat

(2) Program Upaya Kesehatan

(3) Program Perbaikan Gizi Masyarakat

(4) Program Sumberdaya Kesehatan

(5) Program Obat, Makanan dan Bahan Berbahaya

(6) Program Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan

3. Gereja dan Kesehatan Masyarakat

Gereja dan lembaga pelayanan misi dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan Program Indonesia Sehat 2010 ini. Apakah yang sedang dan akan dilakukan gereja kita?

(1) Beberapa tahun yang lalu GIA Pringgading telah memulai pelayanan kesehatan ini dengan membentuk Yayasan yang melayani di bidang kesehatan, yang kemudian membuka Balai Pengobatan “Yehovah Rapha” untuk PengobatanUmum dan Gigi. Balai Pengobatan ini telah menjadi berkat bagi masyarakat sekitar, baik melalui program pengobatan murah maupun prngobatan gratis pada event-event tertentu.

(2) Dalam kesempatan lain, GIA Pringgading telah bekerjasama dengan pengasuh Pondok Pesantren dalam program Pengobatan Gratis di daerah Pedurungan.

(3) Melalui pembentukan Seksi Senam Jantung Sehat, yang nantinya akan dikembangkan menjadi Seksi Olahraga (Bidang VII/Umum), GIA Pringgading telah menyuarakan secara preventif pentingnya hidup sehat melalui senam. Bahkan seksi ini pun telah menolong jemaat dan masyarakat umum dalam medical check-up dengan biaya yang terjangkau.

(4) Melalui Seksi Wanita juga telah beberapa kali diadakan Seminar Kesehatan Wanita, dan Seksi yang menangani generasi muda (PBK dan RBK) juga telah beberapa kali mengadakan ceramah kesehatan dan penyuluhan narkoba.

(5) Melalui Seksi K/P GIA Pringgading telah mengadakan beberapa kali program Pengobatan Gratis ke TPI-TPI yang ada. Respons masyakarat sekitar begitu antusias, karena pelayanan ini memang sangat mengena. Melalui Seksi ini pula kita bermitra dengan dr. Andreas Wijaya, SPD, yang melayani masyarakat di daerah Wamena, Papua, di bidang kesehatan.

(6) Program ke depan kembali akan difokuskan dalam pelayanan kesehatan ini, agar gereja menjadi berkat bagi sekitarnya.

4.  Peluang dan Tantangan

Peluang masih terbuka untuk pelayanan kesehatan, mengingat jumlah penduduk di Indonesia yang masih banyak berada di bawah garis kemiskinan.

(1) Gereja bisa melakukannya melalui program seksi-seksi internal yang ditujukan ke masyarakat sekitar sesuai jenjang usia atau kategori masing-masing. Misalnya: Seksi KAA bisa menyusun program pembelajaran hidup sehat (membersihkan sampah, sihat gigi, dan sebagainya) bagi anak-anak yang tinggal di sekitar ranting KAA.

(2) Gereja bisa bermitra dengan lembaga misi atau pelayanan Kristiani di bidang kesehatan.

(3) Gereja juga bisa bermitra dengan unsur-unsur masyakarat lainnya, bahkan lintas-agama, dan dengan Pemerintah guna menyusun program pelayanan di bidang kesehatan bersama-sama.

(4) Gereja bisa memberikan masukan kepada Pemerintah baik di daerah atau di pusat tentang kesehatan.

Untuk itu dibutuhkan beberapa hal sebagai berikut:

(1) Adanya tim mengkaji masalah kesehatan masyarakat dengan serius untuk dilaksanakan secara bertahap.

(2) Adanya tenaga SDM yang berkualitas dan profesional di bidang kesehatan.

(3) Dibutuhkan pula dana yang tidak sedikit, guna penyediaan obat dan vitamin yang dibutuhkan.

Bersama dengan Tuhan kita akan terus menggumuli pelayanan misi dalam bidang kesehatan ini. Ketika kita memiliki hati Tuhan, yaitu hati misi, maka Ia pun akan mencukupi apa yang menjadi kebutuhan dalam pelayanan ini. Selamat bermisi.

—– 00000 —–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: